Senin, 19 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
123bbett.com123bbett.com
123bbett.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Jangan Keburu Percaya, 5 Mitos Parenting Ini Justr...

Jangan Keburu Percaya, 5 Mitos Parenting Ini Justru Bikin Orang Tua Baru Salah Langkah

Mitos parenting sering diwariskan turun-temurun tanpa dicek faktanya. Buat orang tua baru, ini 5 mitos keliru yang perlu kamu waspadai.

Jangan Keburu Percaya, 5 Mitos Parenting Ini Justru Bikin Orang Tua Baru Salah Langkah

Waktu anak pertama gue lahir, rasanya tiap hari ada aja yang ngasih saran. Mulai dari tetangga, saudara, sampai ibu-ibu di grup WhatsApp yang entah kenapa selalu tahu segalanya. Masalahnya, banyak dari saran itu ternyata cuma mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi — dan sayangnya, sebagian bikin kita salah langkah.

Nah, buat kamu yang baru masuk fase jadi orang tua, gue pengen bagi-bagi soal mitos parenting yang sering bikin panik padahal kenyataannya nggak segitu-gitunya. Bukan buat nyalahin siapa-siapa, ya. Tapi biar kamu nggak capek-capek ngikutin aturan yang ujung-ujungnya bikin stres sendiri.

Mitos 1: "Jangan Sering Digendong, Nanti Anak Jadi Manja"

Ini mitos yang paling sering gue dengar, bahkan dari orang yang gue hormatin. Katanya, kalau bayi terlalu sering digendong, dia bakal kecanduan dan susah mandiri. Padahal, buat bayi yang baru lahir, digendong itu bukan kemewahan — itu kebutuhan dasar.

Bayi belum bisa ngomong, jadi satu-satunya cara dia bilang "gue butuh kamu" ya lewat nangis dan nempel. Kalau kebutuhan itu selalu direspons dengan pelukan, anak justru belajar bahwa dunia ini tempat yang aman. Riset soal kelekatan (attachment) malah nunjukin sebaliknya: anak yang kebutuhannya dipenuhi dengan hangat cenderung lebih percaya diri saat besar, bukan lebih manja.

Gue sendiri dulu sempat ragu waktu mertua bilang "udah, taruh aja, nanti kebiasaan." Tapi setelah gue coba ikutin insting dan tetap gendong anak waktu dia rewel, yang terjadi justru dia lebih tenang. Jadi ya, kalau kamu mau gendong anak kamu, gendong aja. Pelukan itu gratis dan efeknya panjang.

Mitos 2: "Anak Harus Tidur Sendiri Sejak Dini Biar Mandiri"

Mitos kedua ini sering banget dibungkus pakai kata "mandiri". Padahal, memisahkan bayi dari orang tuanya terlalu cepat bukan jaminan dia jadi mandiri. Mandiri itu proses panjang, dan fondasinya justru rasa aman.

Banyak orang tua baru jadi stres karena merasa gagal kalau anak masih tidur bareng di kamar. Padahal, rekomendasi kesehatan anak justru menyarankan bayi tidur di ruangan yang sama dengan orang tuanya setidaknya sampai usia tertentu, demi keamanan dan kenyamanan. Jadi kalau kamu memilih room sharing, itu bukan kemunduran — itu pilihan yang masuk akal.

Yang penting bukan "cepat pisah kamar", tapi gimana kamu dan pasangan sama-sama nyaman dengan ritme keluarga sendiri. Nggak semua anak punya jadwal yang sama, dan itu normal banget.

Mitos 3: "Kalau Anak Rewel, Berarti Ada yang Salah dengan Pola Asuhmu"

Ini yang paling berat buat orang tua baru: merasa semua masalah anak adalah cerminan kegagalan diri sendiri. Anak rewel di malam hari? Berarti kamu kurang sabar. Anak susah makan? Berarti masakanmu kurang enak. Padahal, anak itu manusia kecil yang sedang tumbuh — rewel, tantrum, dan susah makan itu bagian dari perkembangan, bukan rapor buat orang tuanya.

"Anak yang rewel bukan tanda kamu gagal. Itu tanda dia sedang belajar mengelola emosi, dan kamu sedang belajar menemaninya."

Gue pernah satu malam begadang karena anak nangis terus tanpa alasan jelas. Besoknya gue merasa jadi ibu paling payah sedunia. Tapi ternyata, beberapa hari kemudian dia tumbuh gigi, dan semuanya masuk akal. Kadang penyebabnya sederhana, cuma kita yang terlalu keras sama diri sendiri.

Mitos 4: "Ibu Harus Bisa Segalanya, Ayah Cukup Bantu"

Mitos ini nggak selalu diucapkan terang-terangan, tapi sering banget tersirat dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, ayah yang ganti popok dianggap "hebat banget", sementara ibu yang sama melakukan hal itu dianggap biasa. Padahal, mengasuh anak itu tanggung jawab bersama, bukan tugas utama satu orang yang dibantu yang lain.

Kalau pola pikir "ayah cuma bantu" terus dipelihara, yang rugi bukan cuma ibu yang kelelahan, tapi juga ayah yang kehilangan momen bonding dengan anak. Anak butuh dua sosok, bukan satu superhero dan satu asisten.

Di rumah gue, kami coba bagi tugas berdasarkan waktu dan energi, bukan berdasarkan gender. Kadang gue yang mandiin, kadang suami. Kadang dia yang begadang, kadang gue. Nggak selalu seimbang, tapi setidaknya nggak ada yang merasa sendirian.

Kenapa Mitos Ini Susah Banget Hilang?

Karena mitos parenting diwariskan lewat cerita, bukan lewat data. Nenek kita dulu ngasih saran berdasarkan pengalaman zaman dulu, dan itu nggak salah sepenuhnya — cuma konteksnya beda. Ditambah lagi, media sosial kadang memperkuat mitos dengan konten yang bikin kita merasa "kurang" sebagai orang tua.

Solusinya bukan berarti nolak semua saran, tapi belajar milih. Kalau ada yang bilang "anak harus begini", coba tanya balik: ini berdasarkan apa? Kalau jawabannya "dari dulu juga gitu", boleh banget kamu cek sendiri ke sumber yang lebih terpercaya, kayak dokter anak atau panduan resmi kesehatan.

Mitos 5: "Orang Tua yang Baik Nggak Pernah Merasa Kewalahan"

Ini mitos paling berbahaya, karena bikin banyak orang tua baru merasa sendirian. Padahal, merasa kewalahan, capek, bahkan pengen nangis di kamar mandi itu pengalaman yang hampir semua orang tua alami. Nggak ada yang instan jago ngasuh anak.

Yang membedakan bukan ada atau nggaknya rasa lelah, tapi apakah kamu punya ruang buat cerita. Buat gue, ngobrol jujur sama pasangan atau sesama orang tua baru itu penyelamat. Kadang cuma dengar kalimat "gue juga gitu kok" dari teman udah cukup bikin lega.

Jadi kalau hari ini kamu ngerasa nggak sanggup, itu bukan tanda kamu orang tua yang buruk. Itu tanda kamu manusia yang sedang belajar hal besar. Pelan-pelan aja, nggak usah buru-buru jadi sempurna.

Intinya, jadi orang tua baru itu bukan soal ngikutin semua aturan yang beredar, tapi soal milih mana yang masuk akal buat keluarga kamu. Mitos boleh didengar, tapi keputusan tetap di tangan kamu dan pasangan. Percaya insting, cek fakta, dan jangan lupa peluk anak kamu hari ini — karena itu yang paling nggak pernah salah.

Tags: mitos parenting orang tua baru pola asuh anak hubungan keluarga tips parenting

Baca juga: Anak Diasuh Sendiri atau Dititip Nenek? Dilema Keluarga Muda di Kota

Baca juga: Anak Saya Lebih Dekat dengan Neneknya, Ini yang Saya Pelajari